Allowwww guys...Apa kabar...

Selamat datang di website ini ya! Papah sengaja membuatnya untukku dan adikku Deva juga Rey, supaya website ini jadi "cahaya yang menerangi batin kita". Kata Papah untuk kontemplasi suatu hari nanti. Aku nggak ngerti apa tuh kontemplasi hahaha!! Kalau kata mamah sih, "semoga bisa mengantar anak-anak menuju gerbang kehidupan", wah dalem banget ya. Yah, apapun, aku sih nurut aja lah. Jangan lewatkan tulisan-tulisan papahku ya, dan jangan lupa mengisi message boardnya biar kita selalu tersambung. Okay okay..!! (Arel)

23 Agustus 2007

Keberanian Menjadi Cakrawala...


"Keberanian Menjadi Cakrawala", itu kata-kata pesona yang mengantar saya mempersepsi tentang kehidupan, tentang dunia, tentang bumi yang kita huni dan sekarang ini, tentang anak-anak saya.

Belajar adalah proses bertransaksi. Di sekolah misalnya anak-anak belajar menguasai pelajaran. Bukan 'menjadi' sesuatu dengan pelajaran tersebut. Makin banyak pelajaran yang dapat mereka kuasai, makin baik transaksi mereka. Maka kita seolah-seolah berburu anak-anak cerdas, yang dapat melakukan banyak transaksi.

Tapi yang kemudian kita saksikan justru sebuah ironi. Anak-anak itu tidak mengalami transformasi pembelajaran. Pelajaran matematika, misalnya, tidak serta merta membuat mereka dapat berpikir logis. Pelajaran sejarah tidak memberi mereka kesadaran dan emosi akan identitas kolektif. Pelajaran bahasa bahkan tidak membantu mereka berbahasa dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Imaji-imaji positif akan melahirkan energi, semangat dan gairah kehidupan. Saya hanya ingin anak-anak saya menikmati masa-masa awal perkenalan mereka dengan kehidupan, dunia dan bumi yang mereka huni. Mereka tidak dilahirkan untuk memikul obsesi-obsesi saya sebagai orang tua.

Mereka dilahirkan untuk kehidupan mereka sendiri. Tugas saya adalah memfasilitasi mereka untuk mengenal dunia dan kehidupan di mana mereka ditakdirkan menjalaninya. Kuncinya nukilan kata-kata dari Pidato Megatruh penyair besar kita WS Rendra di atas...

22 Agustus 2007

Belajar Adalah Proses Berubah Secara Konstan


Rasulullah SAW mengajarkan kita sebuah doa: "Ya Allah ajari kami apa yang bermanfaat bagi kami, dan beri kami manfaat dari ilmu yang telah Engkau ajarkan pada kami".

Setiap hari saya menyaksikan anak-anak saya tumbuh dan berkembang, terus menerus berubah dan menjadi sesuatu yang lain, bersamaan dengan pertambahan usia mereka. Arel anak pertama saya pelan tapi pasti mulai memahami makna waktu secara lebih utuh. Bangun tidur, bersiap ke sekolah, ngaji dan les, lama-lama membentuk struktur mentalitas dan sikap-sikap keseharian yang memang bagian dari kehidupannya.

Deva-anak kedua saya, seperti tercerahkan dari waktu ke waktu karena peilaku kakaknya. Dia kini sudah menenteng ransel kesukaannya, ya koper ransel bergambar "hot wheels", setiap pagi. Dan dengan bangga bilang, "Papah, aku mau sekolah."

Pengetahuan bekerja pada fungsinya: membimbing mereka menjalani hidup. Itu sebabnya setiap pertambahan pengetahuan melahirkan perubahan-perubahan baru dalam kehidupan mereka. Semoga mereka menjadi lebih baik. Dan menjadi lebih tercerahkan.

16 Agustus 2007

Maka, Belajarlah Anak-anakku!


Manusia adalah gabungan yang rumit antara ruh, emosi, akal dan fisik. Setiap aspek itu, kata Muhammad Quthub, seperti senar gitar yang harus dipetik bersama untuk melahirkan simfoni kepribadian yang utuh dan indah.

Anak-anak bukan tabung besar yang harus diisi dengan pengetahuan. Mereka adalah senyawa kehidupan yang rumit dan kompleks. Mereka berubah, berbentuk dan bermetamorfosis melalui proses-proses yang juga kompleks, di mana pengetahuan hanyalah salah satu aspeknya.

Belajar adalah proses menjadi secara konstan. Karena menjadi merupakan proses yang tidak pernah berakhir, maka belajar adalah satu-satunya proses kehidupan yang tidak pernah selesai.
Maka, belajarlah anak-anakku: Arel, Deva, Rey...