
Apa yang bisa kau catat dari sebuah perbedaan? Sebuah senyuman, kenangan, atau dunia yang indah? Atau justru tengkar, tebar amarah, dan membuat rumah bagai zona perang?
Saya dan Indri, isteri saya, ternyata memang dua kutub yang berbeda. Kalau dalam istilah sebuah lagu ya singkong dan keju. Saya singkongnya, istri saya keju.
Dalam soal makan misalnya. Dia suka spaghetti, pasta dan serba Eropa lainnya, sementara saya memang besar di tengah nasi megono yang hangat mengepul dan sambel raden yang dicocol tempe. Dalam soal minum saya paling hobi es teh manis, sementara istri saya bisa ngomel panjang kalau bicara soal teh.
Musik, film, buku, sama saja. Saya penggemar Rippingtons, Yellow Jacket, dll, sementara isteri saya klasik dan pop romantik. Saya terkagum-kagum dengan Bourne Identity, tapi buat istri saya film paling seru ya film-film romantik ala Notting Hill. Yang lain, masih banyak. Perbedaan-perbedaan ini membuat kami jarang bertemu di satu titik.
Lalu, apa apa yang bisa kau dapat dari sebuah perbedaan?
Mungkin sebuah kesempatan. Untuk mengenal isteri saya lebih dalam. Pada kebesaran jiwanya. Dan pada cintanya...


































