
„Laler menclok nang pager didudut mak lher“ (Lalat menempel di pagar, ditarik mak-lher!)
Entah ada hubungan apa antara Arel, anak saya yang pertama dengan Chris Tucker, aktor komedi Hollywood yang membintangi film Rush Hour 3. Yang jelas kata “r” pertama yang muncul dari mulut kecil Arel ya nama Chris Tucker itu. “Chris Tuckeerrrrrrrrrrr,” dengan “r” yang fasih dan panjang banget.
Saya tos dengan Arel. Itu keren, kakak (panggilan sayang kami untuk Arel). Sangat keren.
Sudah lama Arel cadel huruf „r“. Saya sering risau soal ini, dan sering mengajari Arel untuk mengucap alifbata “r” ini. Maklum usianya sudah 7 tahun lebih, dan sebentar lagi kelas 3. Dunia memang tidak akan runtuh hanya gara-gara tidak bisa mengucapkan huruf “r”. Namun tetap saja seperti ada yang kurang. Ada yang belum sempurna.
Kini ada kegembiraan baru di sekitar kami. Menguji huruf „r“ Arel, seperti mengucap „ular melingkar di atas pagar....“ atau „Laler menclok nang pager didudut mak lher“. Deva paling senang dengan kalimat kedua ini. Dia bisa tertawa ngakak mengikuti kakaknya mengucapkan kata-kata berbahasa Jawa ini.
Kakak, selamat punya amunisi baru menuju matahari. Selamat mempunyai sayap-sayap baru. Semoga bisa membawa terbang menuju taman-taman pengetahuan. Yang paling menawan…
(Catatan ini ditulis untuk mengenang pertama kalinya Arel mengucapkan huruf “r”, sekitar 3 minggu lalu. Ketika itu dalam perjalanan dari Jakarta menuju rumah nenek di dago, Bandung, di mobil Arel tiba-tiba saja bilang „chris tuckerrrr“ berkali-kali. Sekarang sombong dia, semua kata yang tidak ada “r” diselipin kata-kata „r” semua hehehe)










