
Dimanakah alamatmu mahluk kecil? Apakah di sebuah tempat dimana semua anak mencitakan suka kala melihatmu? Apakah di sebuah matahari yang selalu menjulurkan tangga pelangi, agar anak-anak bisa mendaki? Dimana sesungguhnya alamatmu monster kecil?
Selamat datang di negeri ajaib. Negeri seribu satu monster: Pokemon.
Ya, anak-anak saya memang penggemar berat Pokemon. Terutama Arel. Koleksi Pokemonnya bahkan sering membuat tercengang papahnya. Dari mulai pernak pernik Pikachu, Bulbasaur, Treecko, Trading Card sampai puluhan DVD.
Jauh sebelum saya berangkat ke Jepang, setiap hari Arel selalu berpesan, mesti mampir ke Pokemon Center.
Tokyo saat itu dingin bukan kepalang. Tapi suhu badan saya, hati saya, mata saya, menghangat karena satu kata: kesempatan. Kapan lagi berburu Pokemon di negerinya Pokemon. Bayangan mata Arel yang berbinar ketika bercerita di hadapan teman-temannya tentang papahnya yang ke Jepang dan tentang janji papahnya ke Pokemon Center, memang harus diwujudkan.
(Catatan ini ditulis untuk Arel, supaya ingat betapa papahnya menembus huruf-huruf Kanji Jepang, memahami peta buta jalur kereta dan subway Tokyo serta tapak langkah seorang jurnalis yang haus petualangan. Akhirnya ketemu tempat itu - di tengah rimba kota supersibuk: Pokemon Center, Shiodome-Shiba Rikyū building, Kaigan 1-2-3, Minato-ku Tokyo, Jepang)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar