
"I'll play it first and tell you what it is later." (Miles Davis)
Shaker’s Song…suatu hari nanti kalian -anak-anakku- harus mendengarkan komposisi ini. Sebuah komposisi yang amat dinamis, rancak, dan menderu. Dari saksofon Jay Beckenstein, mereka menjentikkan lagu cinta dan puisi yang penuh arti.
Ketika mendengar lagu ini, wajah saya menyala di kegelapan. Ah, musik jazz memang tak pernah lelap dalam ingatan. Selalu ada matahari baru yang lahir dari setiap komposisi lagu yang mereka mainkan. Selalu ada pelangi yang secara ritmikal menjulurkan tangga untuk kita daki bersama.
Shaker’s song, di Jakarta Jazz Festival 2007, oleh Spyro Gyra bahkan dimainkan lebih ritmis daripada komposisi mereka yang terkenal, Morning Dance. Setidaknya menurut saya. Padahal Morning Dance hits pertama Spyro Gyra yang sekaligus menancapkan citra mereka di benak penggemar jazz di seluruh dunia.
Begitulah anak-anakku, jazz memang semesta anggukan yang selalu menyapa papahmu ini. Ia seperti tamu istimewa yang patut dijamu. Sepotong konsernya, kalau bisa jangan sampai terlewat. Di manapun: di Jak Jazz, Java Jazz, konser di Taman Ismail Marzuki, atau di Gedung Kesenian Jakarta.
(Tulisan ini dibuat untuk mengenang Jak Jazz 2007 di Istora Senayan, Jakarta 23-25 November. Juga untuk mengingat kejadian lucu. Anak saya, Deva, 3,5 tahun, diam-diam juga suka musik jazz. Ia sering memutar kaset koleksi Spyro Gyra saya di mobil, dari mulai Morning Dance, The Rites of Summer sampe Dream Beyond Control. Saya cuma senyum-senyum, bener nih, anak ini nerusin hobi bapaknya…)
(foto: http://kidae71.multiply.com/photos/album/27/spyro_gyra#1)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar