
Anak-anak itu tak henti disetrika lara. Menggelepar di dusun-dusun sunyi tak bernama. Terbujur di negeri asing. Bisakah mereka tumbuh dari mimpi-mimpi, di antara kepingan derita dan uang kertas yang tak seberapa??
Di Seminar Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi se Asia di Beppu-Jepang, tiba-tiba kesadaran itu muncul di benak saya. Menari-nari dan menyita perhatian begitu rupa. Siapa peduli siapa? Di Beppu juga terbetik nyala api unggun di mata: suatu ketika saya akan menyapa dunia mereka. Sebuah dunia terpencil dan nyaris jauh dari hiruk pikuk kesibukan dunia televisi yang saya geluti.
Beppu-Jepang membawa kenangan yang luar biasa buat saya. Kamal Khar, calon profesor dari India, begitu baiknya pada saya. Lalu, Emeritus Profesor Kyoto University Saburo Matsui, yang jadi teman semeja makan delegasi Indonesia saat dinner, seorang profesor yang tahu segalanya. Semua bahan makanan yang kami makan dibahas dengan detil olehnya. Dari jamur shiitake yang dimakan campur salmon mentah sampai air mineral Volvic yang dari Perancis dibahas oleh profesor kocak ini. Dan di atas itu semua ada Mr. Jamal Saghir, direktur World Bank, seorang muslim taat yang sangat kharismatik.
Jepang kali ini sungguh mengesankan. Saya menyaksikan betapa orang-orang yang terlibat dalam seminar sanitasi, jamban, water closet, dll. untuk negara berkembang ini adalah orang-orang yang luar biasa. Mereka warga dunia yang melintasi batasan teritori dan batasan ruang diri, memikirkan warga dunia lainnya. Saya membaca gerak mereka ketika bertegur sapa dan duduk semeja tanpa halangan apa-apa.
Ini sekelumit cerita tentang seminar yang saya ikuti di Beppu City, Jepang. Respek yang dalam dan terima kasih tak terhingga untuk Yosa Yuliarsa, sahabat dan guru untuk sanitasi lingkungan dari WSP – Water and Sanitation Program, World Bank Jakarta dan Ria Ernunsari, produser „Cerita Anak“ Trans TV – yang mewakilkan kehadirannya untuk saya.
Salam hangat juga untuk delegasi Indonesia, Mbak Elly Kompas, Pak Zaenal Nampira, dan Pak Wan Alkadri dari Depkes, dan Pak Susmono yang kocak dari PU. Beberapa sahabat yang menyenangkan antara lain Gary D. Swisher dari Wold Bank dan isteri.
(Foto: Bersama Almud Weitz, Regional Team Leader WSP Wodl Bank, ketika menerima piagam untuk program "Cerita Anak", di East Asia Ministerial Conference on Sanitation and Hygiene 2007, Beppu City, Japan, November-December 2007)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar