
"Por la educacion recibe lustre la patria." (Melalui pendidikan kejayaan negeri diterima." (Jose Rizal)
Bagaimana aku bisa memadatkan hari yang terus berlari dalam kata-kata indah. Bagaimana aku bisa mendefinisikanmu sejejak dari berjuta langkah? Almamater. Sungguh sebuah taman hati yang indah. Sebuah tempat yang tak akan pernah selesai kau lintasi. Di sepanjang jalan hidupmu.
Di sinilah 7 Januari 2008 lalu, sepotong kenangan masa kuliah menjelma menjadi senyum yang berayun dan tersungging sampai sekarang. Saya diundang untuk memberi ceramah, atau sharing knowledge tentang media televisi di hadapan mahasiswa S2 Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Sebuah dunia yang secara diametral berseberangan dengan profesi umum psikolog.
Di sinilah juga saya bertemu dengan guru-guru yang menulisi semesta jiwa saya dengan ilmu psikologi. Ada Pak Noor Rahman yang sekarang menjadi Dekan, Prof. Koentjoro, guru, sahabat, sekaligus teman diskusi masalah sosial, Pak Marnio Pujono, Pak Subandi, dll. Banyak. Saya juga surprise luar biasa ketika bertemu dengan Sari dan Nia, dua alumnus yang datang atas undangan yang sama, dan Mas Bagus Riyono dan Emy Zulaefah, kakak dan teman seperjuangan ketika di majalah Psikomedia. Sebuah majalah yang mengasah kepekaan jurnalistik saya.
Puisi yang indah, karpet merah dan selendang bintang untuk sahabat saya Mustaghfirin (ini temen ‚kumpul kebo’ saya hehehe) dan Maryono. Terima kasih karena kesempatan menginjakkan kaki setelah lebih dari satu dasawarsa meninggalkan Almamater tercinta memunculkan semangat saya untuk belajar lagi, kuliah lagi dan mengabdi sebagai pengajar. Paling tidak suatu hari nanti.
Anak-anakku, hari itu, adalah hari yang paling pantas dicatat dengan tinta yang paling emas.
(Salam hangat untuk teman-teman Psikomedia: Umi Gita dkk. yang ikut makan bareng di warung SGPC Selokan. Saya kaget juga ngeliat bundel Psikomedia dari edisi perdana hingga terbitan terakhir. Saya jadi ingat cerpen-cerpen saya: Legenda, Masnawi TTS --yang kata Mas Bagus masterpiece hehehe suwun yo mas --, tulisan tentang Psikologi Rekayasa, dan tulisan yang menyabet penghargaan terbaik lomba artikel Psikologi Se-Indonesia: „Psikologi yang Berpijak di Bumi: Psikologi Kontekstual“)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar