
"...hatimu sexy itu terbukti(Mulan Jameela: Lagu, "Mahluk Tuhan yang Paling Seksi)
dari caramu memeluk hatiku
kamulah makhluk tuhan
yang tercipta yang paling sexy
ouww…ouww…ouww…
ouww…ouww…ouww…"
Deva, anak kedua saya hafal betul lagu Mulan itu. Dia juga hafal banyak lagu lainnya, seperti “11 Januari” dari Gigi, atau “Sempurna”-nya Andra and The Backbones. Ya, Deva suka nyanyi kecil lagu-lagu itu.
Music Awareness Deva, menurut saya istimewa. Kalau nonton acara musik “Inbox” di SCTV tiap pagi, mulut kecilnya pelan bersenandung. Dia dengan gampangnya menirukan lagu yang baru saja didengar. Kok bisa ya? Barangkali karena Deva memang cepat tanggap untuk bidang yang berkorelasi dengan art awareness, imajinasi, music awareness, 3D graphics, arsitektur bahkan atletik.
Kenapa bisa begitu? Kalau diperhatikan Deva memang punya kecenderungan kidal. Kalau menulis, Deva lebih nyaman menggunakan tangan kiri. Juga menggunting, pakai baju, atau nendang bola. Kalau makan? Nah, ini yang sedang kita betulkan, tetap harus menggunakan tangan kanan. Toh, ada faktor budaya yang mengharuskan kita menggunakan tangan kanan. Maklum, bukankah kita tinggal di dunia yang dirancang untuk orang yang bukan kidal?
Ada teori yang menyebutkan kidal atau tidak biasanya disebabkan dua faktor: Nature (bawaan lahir) atau Nurture (pengasuhan). Orang yg kidal karena bawaan lahir, terjadi karena otak kanannya lebih dominan daripada otak kirinya. Sementara Deva, saya rasa lebih ke nurture, karena lingkungan. Karena di antara keluarga kami tidak ada yang kidal.
Kendati demikian tidak bijaksana kalo memaksa anak kidal untuk berubah preferensi, memakai tangan kanannya. Betapapun, namanya juga pemaksaan, pasti hasilnya tidak akan baik untuk perkembangan psikologis si kecil. Itu sebabnya, saya dan istri saya, tak pernah menegur. Karena ternyata, kata sebuah penelitian, anak kidal biasanya lebih cerdas dan cepat tanggap. Insya Allah. Amiiinn.
Ayo, nyanyi lagi, dek...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar