Allowwww guys...Apa kabar...

Selamat datang di website ini ya! Papah sengaja membuatnya untukku dan adikku Deva juga Rey, supaya website ini jadi "cahaya yang menerangi batin kita". Kata Papah untuk kontemplasi suatu hari nanti. Aku nggak ngerti apa tuh kontemplasi hahaha!! Kalau kata mamah sih, "semoga bisa mengantar anak-anak menuju gerbang kehidupan", wah dalem banget ya. Yah, apapun, aku sih nurut aja lah. Jangan lewatkan tulisan-tulisan papahku ya, dan jangan lupa mengisi message boardnya biar kita selalu tersambung. Okay okay..!! (Arel)

13 Mei 2008

Jalan Berliku Menuju Konser Duran Duran




Saya rasa grup musik Duran Duran berhasil memberi nyawa pada kata cinta. Paling tidak untuk istri saya. Mereka seperti memberi tapak untuk melangkah dan seperti terpahat abadi di hati istri saya. Maklum, istri saya tumbuh ketika Duran Duran menggenggam erat puncak popularitas musik dunia era 80-an. Simon Le Bon, Nick Rhodes, Roger Taylor dan John Taylor kala itu menjadi idola. Salah satu penggemar beratnya - bahkan sampai sekarang - ya istri saya.

Jauh hari sebelum konser Duran Duran awal April 2008 lalu, istri saya sudah sibuk bersiap diri. Dari mulai rencana menyisihkan budget untuk beli tiket, sampai persiapan kostum yang akan dipakai saat nonton konser. Konser Duran Duran di Jakarta, seperti puisi yang tak perlu arti lagi. Lewat mata jernihnya, Duran Duran seperti menyala di wajahnya.

Dini hari, hari yang sama dengan konser Duran Duran malamnya, istri saya terjaga. Napasnya terengah-engah dan dunia seperti berputar. Matanya basah. „Gelap, papah...gelap“. Mirip gejala vertigo. Panik, saya bawa dia ke ICU RS Bintaro. Sampai pukul 3 pagi, sendirian, saya terombang-ambing, menimbang apakah perlu dirawat atau pulang ke rumah.

Begitulah. Para opa Duran Duran tetap melangkah, namun istri saya terlelap dalam tangis yang melaut. Ia diopname untuk cek komplikasi penyakitnya. Dia pasti kecewe berat. Saya juga kecewa. Saya seperti telah memusnahkan keriangan dan suka citanya. Ah, andai saja ada sebuah kesempatan lagi...

Sampai sekarang, di hati saya Duran Duran hanya membawa kenangan yang pecah di antara saya dan istri saya. Apa boleh buat, Come Undone, Notorius, Ordinary World sampai Wild Boys, hits mereka yang juga dibawakan di konser malam itu, cuma jadi kenangan ketakberdayaan saya…

Tidak ada komentar: