
Kalau banyak anak lain ribet untuk urusan matematika, anak saya, Arel, suka tenang-tenang saja. Seakan-akan angka, penjumlahan, pengurangan, perkalian, itu sudah menggantung di ujung lidahnya. Semoga Arel memang punya bakat untuk matematika.
Saya dan isteri saya memang suka geleng-geleng kepala kalau melihat hasil ulangan matematikanya. Arel tak jarang dapat nilai 10. Cuma sering juga sih tiba-tiba nilainya jelek. Biasanya karena kurang teliti. Meskipun pada dasarnya, ruang kreativitas untuk menyelesaikan hitung-hitungannya, baik.
Setiap soal punya potensi masalahnya sendiri, dan Arel cukup tanggap untuk ini. Di pelajaran lain? Arel biasa-biasa saja. Oh ya, Bahasa Inggris mungkin yang lumayan baik. Heran juga, belajar darimana, kak..??
Di kelas 3 ini Arel mulai giat ikut kursus Metode Sakamoto, hari pertama dia giat sekali. Soal penjumlahan tiga susun dengan masing-masing deret 3 angka sudah dikuasainya. Di kelas 3 ini praktis tiada hari tanpa pekerjaan rumah. Isteri saya sampai pontang-panting ikut mengerjakan PR-nya Arel. Maklum anaknya sendiri suka cuek…
Yah, mungkin di sekolah, Arel dan juga teman-temannya yang lain memang sudah terlalu lelah, dihantam kurikulum saat ini yang luar biasa berat...