

Setiap detik dalam hidup saya selalu diuji kesabaran. Di rumah, ketika berkumpul dengan anak-anak dan isteri saya, itulah ujian kesabaran yag sesungguhnya. Ah, namun saya jarang lulus dari ujian keseharian ini. Saya sering tiba-tiba saja marah dan sesekali meledak. Maafkan papahmu ini ya…
Kata orang batas sabar adalah usia. Makin bertambah usia, makin bisa kita bersabar. Kata orang dalam sabar ada usaha. Allah mengajarkan sabar dengan sabar yang indah. „Sabar itu tumbuh dalam diri yang selalu bersyukur“...
Di rumah, entah sudah berapa puluh gelas, piring, pernak-pernik, vas dan barang lainnya yang jadi sasaran si kecil Rey. Kalau isengnya datang, Rey enteng saja melempar telur dari dalam lemari es. Waktu sedang membersihkan microwave baru kami, eh Rey sudah jongkok di atasnya dan pipis dengan santainya (hahaha...apuuunnn, sampai korslet sampai sekarang)....belum lagi kalau Rey dan Deva rebutan sesuatu, pasti berantem...Subhanallah
Sabar itu tak pernah habis dari diri seorang hamba yang selalu bersyukur. Sabar itu buah dari takwa. Sekarang ini Rey masih saja suka melempar. Saya akhirnya ikhlas saja menerima cobaan ini, sambil berusaha terus memberi pengertian pada dia...
Tak perlu „Nanny 911“, acara di Metro TV yang menampilkan keluarga yang give-up atau menyerah dengan tingkah laku kebangetan anak-anaknya. Buat saya, anggap saja ini ujian kecil yang insya Allah bisa saya atasi. Amiiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar