
Lepas jam 9 pagi, saya langsung menuju kamar mandi, siap-siap ke kantor. Namun sebuah kejadian membalikkan semua rencana hari itu. Tak ada tanda-tanda apapun, tiba-tiba punggung saya terasa nyeri dan sakit luar biasa. Nyeri yang sungguh membetot otak, Saya ambruk. Untuk bergerak sedikit saja terasa nyeri luar biasa, apalagi berdiri, pasti sebuah masalah besar. Di kamar mandi itu saya berteriak kesakitan, sementara Indri istri saya asyik fesbukan. Oh oh oh…
Saya panik. Di kamar mandi itu saya terkapar dalam posisi menempel di lantai. Bergser sedikit saja, yang muncul nyeri tak tertahankan. Indri yang kemudian sadar saya tersandung masalah juga bingung melihat kondisi saya. Di tengah kebingungan, pelan-pelan saya merayap, mirip ular jalan. Jarak kamar mandi ke kasur yang cuma sejengkal ternyata butuh 15 menit.
Fungsi punggung yang menopang tubuh manusia sungguh dahsyat. Sedikit saja tulang jahil menghimpit syaraf, bisa fatal akibatnya. Kejadian itu membuat saya takut segalanya, takut tak bisa berdiri lagi, takut lumpuh, dll. Saya teringat penyakit punggung Lumbal Sacral, itu istilah ketika syaraf terjepit oleh ruas-ruas tulang punggung di posisi L4 dan L5, yang dahsyat dan seketika membuat ambruk seseorang. Penyakit ini bisa ngendon berbulan-bulan.
Saya sungguh beruntung, dalam hitungan hari penyakit saya bisa disembuhkan. Memang harus berurusan dengan fisioterapi dan tukang pijit. Ketika kaki saya ditarik dan bunyi tulang kemerotok, memang menggentarkan. Tapi demi kesembuhan, apa boleh buat. “Ojo lumpuh, ngisin-ngisini…" Tak genap seminggu, saya sudah bisa berjalan. Alhamdulillah…
*) Ojo lumpuh, ngisin-ngisini (bhs Jawa) artinya "Jangan Lumpuh, Malu-maluin...































