Allowwww guys...Apa kabar...

Selamat datang di website ini ya! Papah sengaja membuatnya untukku dan adikku Deva juga Rey, supaya website ini jadi "cahaya yang menerangi batin kita". Kata Papah untuk kontemplasi suatu hari nanti. Aku nggak ngerti apa tuh kontemplasi hahaha!! Kalau kata mamah sih, "semoga bisa mengantar anak-anak menuju gerbang kehidupan", wah dalem banget ya. Yah, apapun, aku sih nurut aja lah. Jangan lewatkan tulisan-tulisan papahku ya, dan jangan lupa mengisi message boardnya biar kita selalu tersambung. Okay okay..!! (Arel)

03 Februari 2009

Lima Perkara Sebelum Lima Perkara



Aku ingat cerita zaman Rasul dulu. Ali bin Abi Thalib memutuskan sendiri untuk masuk Islam dan membela Nabi Muhammad SAW pada usia 6 tahun. Imam Syafii hafal Quran pada usia balita. Imam Malik menulis pemikirannya pada usia seperti anakku Arel.

Aku juga ingat kisah seorang anak Iran yang dikaruniai Allah karunia terindah, kemampuan hafal dan memahami Al-Quran di usia yang sangat belia, 5 tahun, yaitu Muh. Husein Tabatabai. Husein bahkan mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Hijaz College Islamic University di Inggris pada usia 7 tahun.

Aku juga sering teringat lagu Raihan „Demi Masa“,
“….Ingat lima perkara sebelum lima perkara
sehat sebelum sakit
muda sebelum tua
kaya sebelum miskin
lapang sebelum sempit
hidup sebelum mati..”


Anak-anakku, aku selalu minta kepada Allah, agar kalian dilindingi senantiasa. Agar disempatkan senantiasa. “Ya Allah sempatkanlah kami”. Sempatkanlah anak-anakku memahami sabana ilmu kehidupanMu yang sedalam laut dan seluas langit. Amiiin…

Tidak ada komentar: