
Pagi belum bergerak jauh dari pukul 6. Indri, isteri saya sudah terjaga. Di rentang jam itu, biasanya dia masih bisa menikmati kehangatan selimut. Tapi sejak punya keasyikan baru, menu paginya berubah. Indri justru cergas meraih komputer. Jarinya asyik menari di atas keyboard. Dalam hitungan detik, speedy yang lumayan cepat itu menghubungkannya dengan teman-temannya. Juga dengan dunia. Dia membuka facebook.
Saban hari, sekitar 200 juta orang di lima benua saling menyapa lewat jejaring sosial ini. Dunia dimabuk facebook. Dari pesohor Hollywood, Presiden Amerika, hingga para Santri di Lirboyo, Jawa Timur. Dari anak sekolah hingga profesor. Dari orang biasa hingga agamawan. Penyebaran facebook melaju pesat.
Aktivitas mereka juga luar biasa. Lihatlah statistik facebook ini: lebih dari 3,5 juta menit dihabiskan oleh pengguna aktif fb (singkatan facebook) setiap hari, lebih dari 850 juta foto didownload setiap bulan, lebih dari 1 miliar konten diproduksi setiap pekan, baik berupa postingan baru di wall, notes, dan rupa-rupa postingan lain. Sungguh sebuah data yang menyeruak begitu rupa dan mencengangkan kita semua...
Candu fb merasuki banyak penggunanya. Juga isteri saya. Aktivtas fb-nya tergolong luar biasa. Memang tidak seperti Rahma Azhari, artis bahenol itu, yang setiap 5 menit sekali mampir ke fb, tapi isteri saya termasuk yang rajin bertukar sapa dan cerita lewat jejaring maya ini. Protes? Ndak boleh protes, ah, emang jamannya lagi gini…
Catatan: Ada begitu banyak pagi yang mesti saya lewatkan sendirian, mandiin ketiga anak, nyiapin Arel sekolah sampai sarapan sendiri. Sementara isteri saya asyik ngefesbuk. Untunglah ketika catatan ini ditulis demam itu sudah reda...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar