Allowwww guys...Apa kabar...

Selamat datang di website ini ya! Papah sengaja membuatnya untukku dan adikku Deva juga Rey, supaya website ini jadi "cahaya yang menerangi batin kita". Kata Papah untuk kontemplasi suatu hari nanti. Aku nggak ngerti apa tuh kontemplasi hahaha!! Kalau kata mamah sih, "semoga bisa mengantar anak-anak menuju gerbang kehidupan", wah dalem banget ya. Yah, apapun, aku sih nurut aja lah. Jangan lewatkan tulisan-tulisan papahku ya, dan jangan lupa mengisi message boardnya biar kita selalu tersambung. Okay okay..!! (Arel)

03 Desember 2009

Habis Habis-habisan Terbitlah Alhamdulillah…



Terus terang sejak KPK Files, program yang menjungkalkan para koruptor di negeri ini, program Mukjizat Shodaqoh sungguh amat berkesan buat saya. Untuk pertamakalinya Divisi Pemberitaan, news division Trans TV, diberi kepercayaan menghandle program di waktu yang sangat strategis, super primetime, di bulan Ramadhan, yaitu waktu saat jelang berbuka.

Karena sangat strategis, pertarungan di jam ini sungguh ketat dan super berat. RCTI, SCTV dan Indosiar muncul dengan program unggulan. Saya disupport penuh oleh Rizal Firmansyah-kadep Magazine, Dede Apriadi-kadep operasional, pelontar ide acara ini, dan Gatot Triyanto, kepala Divisi news Trans TV. Di atas itu semua, kerja tim saya dipantau Wishnutama, Direktur News sekaligus Direktur Utama Trans TV. Hmm, sebuah pekerjaan yang tidak gampang, penuh beban mental. Karena dengan begitu tidak ada kata tidak untuk tidak menang dan menjadi leader di slotnya.

Program Mukjizat Shodaqoh sendiri berkisah tentang keajaiban yang dialami mereka-mereka yang setelah bersedekah, mengeluarkan harta di jalan Allah, langsung mendapat ganjaran dari Allah. MS berkisah tentang mereka-mereka yang terbelit masalah, hutang, kehidupan morat-marit, rumah tangga hancur, perceraian, dan banyak lagi masalah yang membelit manusia, namun merebut kembali kehidupan mereka setelah bersedekah. Acara ini menampilkan ustad yang dijuluki penemu ilmu matematika sedekah, ustad Yusuf Mansur, dan menggunakan format reka ulang adegan untuk berkisah.

Begitulah, internal Trans TV, program ini sedikit banyak dipuji. Namun tantangan justru datang dari owner Trans TV, Chairul Tanjung, yang merasa dari sisi produksi program ini sangat tidak Trans TV (???).

The show must go on. Di tengah kendala syuting, pengadeganan, penulisan naskah yang mirip scenario film, kami, para jurnalis tulen bertransformasi menjadi film maker, membuat program semi sinetron. Sebuah pencapaian yang luar biasa menurut saya, tapi mungkin bisa jadi tidak istimewa menurut wacana manajemen.

Tak apa, toh, Mukjizat Shodaqoh untuk pemirsa, untuk umat, bukan untuk pribadi orang perorang. Saya dan teman-teman membuat program demi kemaslahatan umat. Mencari ridho dari Sang Maha Pemberi. Ini yang lebih penting dari pada sekedar menghamba pada rating..

Tidak ada komentar: