
Ada yang menggetarkanku saat Deva sakit. Tiba-tiba Deva ingin bertemu eyang kami di Pekalongan, yang lebih mengejutkan lagi Deva ingin teh Bandulan. Ajaib, hehehe... Saya cuma tersenyum dan terharu. Ternyata benak kecilnya menyimpan memori tak terkatakan tentang eyang kami dan satu hal lagi tentang teh Bandulan kesukaannya. Tiba-tiba saja memori itu terbetik dan muncul di saat Deva sakit…
Saya langsung kontak Ibu dan membiarkan Deva bicara. Bisa jadi Deva kangen dan ingin kehadiran eyang. Hanya saja jarak yang jauh, Pekalongan-Jakarta, membuat eyang tak selalu ada di dekat kami..Ah, Semoga selalu diberi kesehatan terus ya eyang, supaya bisa main ke Jakarta lagi..
Dan teh Bandulan kesukaan Deva akhirnya memang dikirim dari Pekalongan. Biar murah meriah, ternyata teh ini favorit kita semua…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar