

Kenapa mesti takut? Rasa takut tetapi tetap melakukan adalah sebuah keberanian. Sebuah persoalan yang hanya dipikirkan tanpa dilakukan bukanlah apa-apa. Barangkali itulah yang ada di kepala adik bungsu saya, Muhammad Adhi Nugroho, biasa dipanggil Nuki.
Berani memutuskan menikah dengan sederet kata ”belum” bukanlah perkara sepele. Belum lulus kuliah, belum kerja, belum punya rumah, dan sederet ’belum’ lainya toh tak membuatnya surut melangkah. Paling tidak menikah menjadi kata yang ’wajib’ kalau kita memang merasa sudah waktunya. Dan, jadilah memang Nuki menikah dengan sang tambatan hati, Endang di kota nun jauh di ujung Jawa, Cilacap.
Keberanian memang banyak ragamnya. Dan keberanian Nuki semoga diiringi dengan kesadaran tinggi untuk menyelesaikan semua persoalannya satu persatu. Sebuah pernikahan adalah anak tannga pertama menuju kehidupan yang lebih sempurna. Insya Allah
Nah, keberanian dalam bentuk lain, adalah ketika saya memutuskan untuk membelah pula Jaw, menuju Cilacap dengan mobil ala kadarnya. Baleno tua itu selamat setelah menempuh perjalanan Jakarta, Bandung hingga Cilacap selama hampir 11 jam. Kebayang deh, kita semua pada teler kecapean hehehe...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar